Bunda Marissa Haque & Ayah Ikang Fawzi

Bunda Marissa Haque & Ayah Ikang Fawzi
Mendoakan Pernikahan Langgeng, selamat HUT ke 24 & ke 25 tahun Pernikahan Bunda Icha & ayah Ikang

Bunda Marissa Haque sedang Fathu Makkah, Namun Masih Diperhitungkan

Bunda Marissa Haque sedang Fathu Makkah, Namun Masih Diperhitungkan
Padahal Sedang Cuti Berpolitik, Alhamdulillah Bunda Marissa Haque Masih Diperhitungkan

Marissa Haque & Ikang Fawzi Hasil dari Ranah Berpolitik (2010)

Marissa Haque & Ikang Fawzi Hasil dari Ranah Berpolitik (2010)
Metro TV 2010, Ikang Fawzi & Marissa Haque, Hasil Polling

Ayah Ikang Fawzi & Oom Chandra Darusman: Karya Dua Anak Deplu Alumni UI, 1982

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: Kompaknya Dua Anak Deplu Alumni UI (Universitas Indonesia/ILUNI), 1982
Tampilkan postingan dengan label soraya haque. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soraya haque. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Agustus 2011

"Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ayah Ikang Fawzi & Bunda Marissa Haque (Duta LP3I)"

Marissa Haque: Berat Jadi Duta Lembaga Pendidikan

JAKARTA - Artis senior Marissa Haque telah dinobatkan menjadi duta LP3I. Diakuinya pekerjaan barunya tersebut bisa dibilang cukup berat.“Kalau bicara berat itu pasti, karena ini bicara tanggung jawab, dan bagi saya pun karena ini bentuk ibadah seperti bernafas, senyuman itu ibadah dan ini bukan tugas biasa bagi saya,” ujar Marissa Haque saat ditemui di Gedung ESQ, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Dengan menjadi duta LP3I, istri Ikang Fawzy ini menambahkan setidaknya bisa menjadi bagian dari pendidikan di Indonesia yang mulai memprihatinkan.“Keterlibatan aku sebagai duta disini setidaknya aku bisa memberikan pengetahuan yang baik.

Apalagi kondisi pendidikan di Indonesia mulai sedikit memprihatinkan,” katanya.Diakuinya lagi, mengenyam pendidikan hingga mendapat gelar Doktor, membuat kakak kandung Shahnaz Haque merasa punya kewajiban untuk membagi ilmu yang didapat selama dirinya menempuh pendidikan.“Learning by doing, semua saya kerjakan dengan baik. Banyak pengetahuan yang bisa saya berikan untuk siapapun. Lebih pada motivasi, mungkin lebih pada dakhwahnya sehingga itu bisa bermanfaat,” tukasnya.(nov)

Sumber : http://celebrity.okezone.com


"Kuncinya adalah Pasangan: Keberhasilan Ikang Fawzi & Marissa Haque (Duta LP3I)"

Minggu, 28 Agustus 2011

Menyuburkan Jiwa di Malam Terakhir Ramadhan: Bunda Marissa Haque Fawzi

Dari twitter nya Bunda Marissa Haque Fawzi


Menyuburkan Jiwa di Malam Terakhir Ramadhan

 Ya Allah terimakasih banyak untuk semua yang telah Engkau berikan kepada keluarga mungil kami di Pelangi Bintaro. Kini Chikita Fawzi tengah 'tenggelam' dalam menciptakan irama melodi musik karyanya bersama sang Ayah Ikang Fawzi. Sementara Ikang Fawzi suamiku pas selesai mengkhatamkan bacaan Al Quranul Karim, alhamdulillah sempurna penuh sebanyak 30 juz. Isabella sulung kami terlihat sangat menikmati pekerjaannya sebagai the news anchor dan reporter di Global TV, lihatlah penampilan reportasi dia sejak kemarin sore di Nagreg, jawa Barat.

Subhanallah...sementara saya sendiripun semakin merasa damai di hati ini saat merasakan bahwa semua sandiwara kehidupan dalam kusaring hanya tinggal inti emasnya saja dalam genggaman Nur-Mu Ya Rob...


Fabiayyi ala'i Robbi kumma tukadzdzibaaaan... Ni'mat mana lagi yang hendak kau dustakan wahai manusia...

Iman dan keimanan merupakan pupuk hidup penyubur jiwa, yang akan tiba saatnya kelak memberikan aneka bunga rupawan yang akan mengharumi kehidupan dunia serta akhirat kita kelak...Insya Allaaah...

Inspirasi dari: http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2011/08/28/9874/187/Beautiful-Soul

Minggu, 14 Agustus 2011

Yuk Bergabung dengan BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan: dalam Bunda Marissa Haque Fawzi


Kindly please enter this address mentioned, as follow: 
Regards, Marissa Haque Ikang Fawzi

Yuk Bergabung dengan BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan: dalam Bunda Marissa Haque Fawzi

Selasa, 26 Juli 2011

“Ketika Chikita Fawzi Kami Mendoakan Ibu & Ayahnya: dalam Ayah Ikang Fawzi & Bunda Marissa Haque”

Tak usah kau benci org yg menghujatmu, krn satu saat mgkin dia akan menjadi sahabatmu….Doakan dan pasrahkan pada Allah SWT…..

Dalam: “Ketika Chikita Fawzi Kami Mendoakan Ibu & Ayahnya: Ikang Fawzi & Marissa Haque”

Minggu, 17 Juli 2011

Tentang Gerakan Musisi Go Clean: Ayah Ikang Fawzi (Suami Bunda Marissa Haque)

BIL Project Go Clean Concert

facebook BIL Project Go Clean Concert

Sumber: http://www.nagaswarafm.com/bil-project-go-clean-concert.php

bil project go clean concert radio nagaswara fm bogor radiotemen BIL Project Go Clean Concert

Dari kegiatan penelitian tahunan yang dilakukan oleh Universitas Yale di Amerika Serikat, mereka mengeluarkan Environmental Performance Index (EPI) dari 163 negara. Penelitian ini difokuskan pada 25 indikator seperti kebersihan lingkungan, kesehatan, hingga kondisi ekosistem. Posisi Indonesia dalam EPI 2010 berada pada peringkat 134 dengan nilai 44,6, sama dengan yang diraih oleh negara di Afrika, seperti Kamerun dan Rwanda. Indonesia jauh tertinggal dari Singapura yang berada di peringkat 28, Malaysia di 54, Thailand di 67, Brunei di 72 bahkan di bawah Laos dan Vietnam. Itu berarti, di lingkup ASEAN, Indonesia menduduki peringkat kebersihan lingkungan paling rendah! Meski begitu, kota Palembang pernah mendapat penghargaan sebagai salah satu kota paling bersih di wilayah ASEAN pada 2008 lalu. Berarti sebenarnya, potensi untuk meningkatkan kebersihan lingkungan di Indonesia sangat mungkin dilakukan. Tentu, butuh kesadaran dan komitmen dari semua pihak untuk melakukannya.

Berangkat dari fakta tersebut, tiga orang musisi yang dihubungkan oleh tali persaudaraan ipar, Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan yang tergabung dalam BIL (Brother In Law) Project  pada tanggal 7 Juli 2011, bertempat di Bentara Budaya Jakarta akan mengadakan konser dengan tema “GO CLEAN”. Konser ini merupakan langkah awal dari tercetusnya sebuah gerakan yang dinamakan “Musisi Go Clean”.

Gerakan ini didukung penuh oleh beberapa elemen masyarakat dan pemerintahan. Salah satunya, turut hadir Pakar Teknologi Lingkungan dari Universitas Indonesia, yang juga anggota Badan Regulator Pelayanan Air Minum DKI Jakarta dan Dewan Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Firdaus Ali, PhD. “Menurut data Dinas Kebersihan DKI Jakarta, volume sampah ibukota sudah mencapai 26.945 meter kubik dalam sehari, atau setara dengan 6.736 ton. Jika dianalogikan, dalam dua hari, sejumlah sampah ini bisa membangun sebuah bangunan setara Candi Borobudur, karena candi tersebut total volumenya adalah 55 ribu meter kubik,” terang Firdaus yang juga merupakan Dewan Pakar Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia (IATPI). “Karena itu, saya sangat menyambut hangat dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada gerakan yang dimulai dari teman-teman di BIL Project ini. Karena musik punya kapasitas dan kapabilitas yang tinggi untuk mampu menyentuh kesadaran hakiki dan mendorong orang untuk berbuat apa yang diharapkan dibanding dengan sekadar regulasi dan sanksi semata.”

Tentu, bukan sekadar urusan bersih lingkungan yang ingin dikedepankan oleh BIL Project. Sebab, hampir setiap hari dan di setiap aspek kehidupan, masih banyak hal yang perlu “dibersihkan”. Salah satunya adalah soal maraknya pembajakan. Menurut mereka, hal tersebut juga perlu dibersihkan. Maka, gerakan ini juga didukung oleh Rahayu Kertawiguna dalam kapasitasnya sebagai Sekjen Badan Koordinasi Gerakan Anti Pembajakan (BK-GAP). Selain dikenal sebagai produser dengan intuisi tajam di bawah label Nagaswara, ia juga dikenal karena kiprahnya yang gigih melawan pembajakan di Indonesia.

“Musik adalah bahasa yang universal. Musik dapat menjadi perekat dalam hubungan sosial. Karena itu, dengan musik, kami ingin mengajak semua komponen masyarakat untuk turut peduli dengan kebersihan lingkungan sekitarnya,” cetus Ikang Fawzi, salah satu penggagas gerakan Musisi Go Clean yang diamini Gilang Ramadhan sambil menambahkan, “Paling tidak, gerakan ini juga akan lebih memicu saya dan lingkungan terdekat untuk lebih bersih dan bersih lagi.”

Gerakan ini sebenarnya juga dimotori oleh kenyataan bahwa melalui musik, tiga orang ini “nyambung” melebihi hubungan “saudara ipar”. Mereka bahkan terbiasa menciptakan lagu secara bersama untuk kemudian merekamnya, yang cukup rutin dilakukan dalam 3 tahun terakhir ini ketika mereka “kumpul keluarga”.  Maka, melalui gerakan ini, beberapa karya mereka akan diperdengarkan dalam sebuah mini album bertema “Ramayana”.

Vocal Ikang yang sangat khas dibalut nuansa rock si “multi instrumentalist” Ekki ditambah dengan tabuhan si maestro drum Gilang—belakangan ini tabuhan Gilang dipopulerkan dengan sebutan Rhythm Sawah—maka terciptalah musik dengan keunikan tersendiri. “Ini melalui proses yang cukup panjang. Tentunya, kebanggaan hampir setiap musisi dan seniman pada umumnya adalah ketika mereka bisa menciptakan atau tercipta karya melalui interaksi dan pengalaman bermusiknya menjadi sesuatu yang baru,”  jelas Gilang sambil berharap, “Semoga saja ini akan menjadi jenis musik industri yang khas Indonesia selain dangdut, yang kami ciptakan untuk menunjukkan eksistensi kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya”.

“Yaaa..!” seru Ekki bersemangat, “Saya juga berharap agar musik ini akan jadi ciri khas untuk menandakan bahwa sebagai bangsa, kita bisa memulai sebuah budaya atau membuat terobosan-terobosan baru. Seperti halnya gerakan Musisi Go Clean ini, boleh jadi merupakan terobosan baru dalam cara mengajak berbudaya bersih dalam semua aspek kehidupan.”

Selain mengeluarkan mini album, menurut Ekki Soekarno, BIL Project bersama elemen-elemen pendukungnya, akan memulai gerakan Musisi Go Clean ini dari Jakarta. Selanjutnya, mengarah ke berbagai daerah sehingga nantinya, ini akan menjadi gerakan nasional. “Sebagai musisi, kami sadar bahwa kami tak bisa memulai gerakan ini tanpa dukungan semua pihak. Karena itu, musik ini kami ciptakan, sekadar untuk mengawali, dan harapannya akan jadi efek bola salju yang populer untuk menjadikan Indonesia bersih, baik bersih lingkungan dan bersih pula mentalitasnya.”

Tentang tema Ramayana dari album tersebut, menurut Ikang yang membuat liriknya, diambil karena Ramayana lekat dengan nuansa cinta. Karena itu, diharapkan, orang akan mencintai gerakan ini. Sehingga, mereka akan dengan sukarela, memulai dari hal kecil, seperti memungut sampah dan membuangnya di bak sampah, hingga bergotong-royong untuk membersihkan lingkungan.
Selain itu, ke depan, dari gerakan di daerah-daerah, diharapkan akan muncul sosok Rama Shinta yang peduli kebersihan. “Kami nanti akan menyeleksi duta-duta daerah, untuk menemukan sosok Rama Shinta, selain juga mencari band-band atau musisi yang akan menjadi simbol gerakan Musisi Go Clean ini,” terang Ikang. “Dan, dari rangkaian tersebut akan berpuncak pada sebuah pertunjukan akbar, yakni Ramayana Rock Opera yang kami harapkan akan jadi titik tolak yang makin besar untuk menggugah kepedulian pada bangsa, sehingga gerakan kebersihan ini akan menjadi gerakan yang menyadarkan bahwa bangsa kita memang bangsa besar yang berpotensi untuk maju dan terus berkembang.”

Diharapkan, dengan gerakan Musisi Go Clean ini, akan mendorong gerakan bersih-bersih, yang bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tapi juga menyelamatkan masa depan bangsa.

Tentang BIL Project
BIL Project yang terdiri dari Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan sebetulnya bukan sekadar grup musik.  Ini lebih merupakan sebuah wahana yang bisa dipakai untuk berbagai gerakan positif atau sebagai wadah untuk ide-ide kreatif yang  bahkan melintasi dunia musik. Seperti halnya ide MUSISI GO CLEAN.

Tapi kenyataan bahwa musik lah perekat utama mereka, mengusung ciri khas tersendiri yang dinamakan musik Pop Rock Sawah tapi kemudian dibuat lebih simpel dengan menyebutnya sebagai Musik Sawah. Mereka ingin agar kesederhanaan sawah, kecantikan sawah, keharmonisan sawah, kebergunaan sawah akan membias pada musik atau lagu-lagu ciptaan mereka. Setelah sekian lama “menghilang” dari jagad panggung, mereka berharap, musik yang mereka cetuskan akan jadi sebuah hiburan dan sekaligus penyemangat sebuah gerakan, yakni gerakan yang mendorong dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan.

Tentang Musik Sawah
Ini adalah berawal dari penyebutan nama atas pola ritem yang dipopulerkan sebagai Rhythm Sawah dan menjadi ciri khas permainan drum Gilang Ramadhan. Sang drummer yang diakui dunia akan kekhasan permainan drumnya dikarenakan mengadaptasi dan kemudian menerjemahkan berbagai ritem yang berakar dari budaya perkusi dari seantero Nusantara yang sangat kaya ini ke dalam permainan dan peralatan drum modern.

Nama “sawah” diambil sebagai representasi bahwa inilah ciri Indonesia dari pola permainan drumnya. Sebab, sawah bisa dijumpai di hampir seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, dengan pola ritem ini, diharapkan ada ciri musik asli Indonesia, yang ujungnya akan makin mengharumkan nama Indonesia di pentas musik dunia. Dan ketika pola ritem itu dimainkan bersama si “multi instrumentalist” Ekki Soekarno, diperkaya oleh kekhasan vokal Ikang, terciptalah Musik Sawah.

Tentang Gerakan Musisi Go Clean
Musisi Go Clean adalah gerakan yang dimulai oleh personel BIL Project. Gerakan ini murni gerakan sosial yang ditujukan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penikmat musik, untuk lebih peduli pada kebersihan sekitarnya.

Rabu, 13 Juli 2011

"Go Clean Concert": ayah Ikang Fawzi dan 2 adik Iparnya Gilang Ramadhan & Ekki Soekarno

Ikang Fawzi tampil dalam Go Clean Concert
Oleh Herry Suhendra 
 Gilang Ramadhan & Shahnaz Haque, 
Ekki Soekarno & Soraya Haque, Ikang Fawzi & Marissa Haque
Published On: 04 July 2011
JAKARTA: Kelompok BIL (Brother in Law) yang terdiri dari Ikang Fawzi, Ekki Soekarno dan Gilang Ramadhan akan tampil dalam konser bertema Go Clean Concert di Bentara Budaya Jakarta pada 7 Juli 2011.


Nama ketiga musisi ini dikenal sebagai figur-figur yang berkecimpung di dunia musik dengan serius dan konsisten selama ini . Ikang Fawzi ,51, adalah musisi dan penyanyi rock, juga pemain film yang populer tahun 1980-an. Saat ini Ikang lebih sibuk sebagai pengusaha properti dibanding kegiatannya di dunia seni yang membesarkan namanya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMU, Ikang mengembangkan bakat bermusiknya bersama temanny Addie MS. Beberapa album yang telah dikeluarkan oleh Ikang antara lain, "Selamat Malam", "Randy & Cindy", "Preman", "The Very Best of Ikang Fawzi" dan album teranyarnya "Dua Sisi".

Album "Selamat Malam" berisi 10 lagu, 8 di antaranya di aransemen oleh Addie M. S., yang berperan juga sebagai music directornya. Sedangkan album   "Dua Sisi", dirilis April 2005 setelah hampir 20 tahun tidak mengeluarkan karyanya.

Ikang pernah mendapat gelar "The Best Rocker" pada tahun 1987. Awal perkenalan Ikang dengan dunia seni peran adalah saat mengisi malam puncak FFI 1981. Saat itu Ikang tampil sebagai penyanyi, kemudian ia diajak main film "Pengantin Remaja II" (1982).

Keberuntungan didapat oleh Ikang, dirinya dipasangkan dengan artis cantik Marissa Haque dalam film "Tinggal Landas Buat Kekasih" (1984) dan "Yang Kukuh Runtuh" (1985). Mereka bermain bersama setelah menikah dalam film Biarkan Bulan Itu (1987).

Sementara Ekki Soekarno, 49, adalah pemeran dan pemusik Indonesia. Dia pernah bermain dalam sejumlah film nasional dengan debut dalam film Tirai Malam Pengantin (1984). Selain itu, dia pernah menjadi penyanyi dengan mengeluarkan satu album dimana dia bernyanyi  bersama Ikang Fawzi, Andi Meriem Matalatta, Fariz RM, dan Dian Pramana Poetra.

Sedangkan Gilang Ramadan, 48, adalah pemusik yang berfokus bermain drum. Musik, bagi mereka bukan hanya sekadar berkarya dan memburu  popularitas, tapi musik adalah bahasa jiwa, bahasa universal bagi mereka bertiga. Bermusik diharapkan menjadi ekspresi rasa dan kreativitas dengan menyampaikan berbagi pesan kemanusiaan, kontrol sosial serta perdamaian. (bsi)

Selasa, 12 Juli 2011

BIL adalah BROTHER in LAW Grup Band Ayah Ikang Fawzi: "Ada Lagu Nabi Yunus saat Dalam Perut Ikan Paus"

        
E-TAINMENT
- MUSIK
Selasa, 12 Juli 2011 , 18:57:00
Ikang Fawzi Kolaborasi Bareng Saudara Ipar

Sumber: http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=97928

JAKARTA - Hobi bermusik, itu kesamaan Ikang Fawzi dan kedua saudara iparnya, Ekki Soekarno dan Gilang Ramadhan. Saat kumpul keluarga, mereka kerap tampil bersama membawakan sejumlah lagu. Dan kini, ketiganya terjun ke industri musik dengan merilis lagu Hatiku Hancur. Ketiganya menamakan diri mereka, Brother in Law (BIL) Project.

"Proyek ini mendapat dukungan dari istri-istri kita. Bukan hanya lebih merekatkan hubungan kita sebagai saudara. Tetapi banyak pesan yang kita sampaikan ke banyak orang. Kayak, lebih peduli terhadap sesama, atau lebih peduli dengan lingkungan sekitar," ungkap Ikang usai manggung di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Barat, akhir pekan lalu.

Saat berada di atas panggung, ketiganya terlihat kompak. Tetapi menurut Ikang, menyatukan visi dan misi bukan lah sesuatu yang mudah baginya dan saudara iparnya. Terlebih mereka memiliki latar belakang yang berbeda dalam bermusik. Dukungan para istri yang akhirnya membuat mereka semangat menyelesaikan single tersebut.

"Prosesnya cukup panjang. Tetapi tentunya sebuah kebanggaan bagi setiap musisi dan seniman, ketika mereka bisa menciptakan karya melalui interaksi dan pengalaman bermusiknya," tutur ayah dari Isabella Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi itu diiringi senyuman.

Senin, 11 April 2011

Brother in Law (BIL) Ayah Ikang Fawzi & Para Ipar Publish: Lili di Deli Serdang

Senaaaaaaang...alhamdulillaaaah...album terbaru Ayah Ikang muncul!

Komunikasi dan informasi dapat dilihat dalam alamat situs di bawah ini:

Sumber: http://bil-brotherinlaw.com/profil/

Followers

Interesting Blogs