SALON memang selalu menjadi pilihan banyak wanita untuk menghasilkan penampilan cantik.
Namun Marissa Haque mengaku tidak terlalu sering mengurusi kecantikannya ke salon.
"Sedang-sedang aja ya, mungkin dua bulan sekali potong rambut terus
kemudian kalau ada energi dan waktu juga aku facial dua bulan sekali,"
tutur istri Ikang Fawzi itu saat ditemui di Studio AD Jl.TB Simatupang,
(12/11).
Yang terpenting kata ibu dari Isabella Muliawati Fawzi dan Chikita
Fawzi itu, mendapatkan wajah tetap cantik adalah menjaga pola makan
"Intinya kalau bisa kita kurangin makan daging, lebih banyak makan sayur jadi lemak-lemaknya bisa larut," ujarnya.
Bukan hanya menjaga pola makan, tapi Marissa juga rajin olahraga di rumah yaitu renang dan fitness. (ossy julitasari / gur)
"Rahasia Cantik Marissa Haque di Usia Setengah Abad (Terimakasih tabloidbintang.com)"
Alhamdulillah... hasil polling Lembaga Survey PolcoMM 5 April 2014, dua Caleg PAN Prov Bengkulu masuk 5 besar: Marissa Haque Fawzi ke 3 dan Dewi Coryati ke 5.
Allahu Akbar! Terimakasih Ya Allah.... terimakasih PAN... terimakasih Bang Hatta Rajasa.. Ayah Ikang Fawzi...luv u full cakeeeep... Saling mendoakan yaaaa...
"Polling PolcoMM Dua Caleg PAN Prov Bengkulu Masuk 5 Besar: Marissa Haque Fawzi ke 3, Dewi Coryati ke 5"
Liputan6.com, Jakarta
Marissa Haque mengaku makin jatuh cinta dengan sang suami, Ikang Fauzi.
Pasalnya, setiap pergi ke pelosok Indonesia, ia justru dikenal sebagai
istri sang rocker. Maklum, di era 80'an, nama Ikang begitu membahana
sebagai musisi rock papan atas. Apalagi, Ikang juga punya lagu yang
melegenda, yakni Preman.
"Alhamdulillah beruntung benar saya bersuamikan penyanyi rock, dunia
jadi semakin indah. Di sana saya lebih dikenal sebagai istri Ikang
Fawzi," ujar Marissa di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu
(26/3/2014).
Icha, begitu Marissa disapa, baru saja pulang dari Bengkulu dalam
rangka mensosialisasikan dirinya sebagai calon legislatif 2014. Dalam
sosialisasinya tersebut, Icha tak lupa membagikan CD lagu terbaru karya
sang suami kepada masyarakat setempat.
"Saya beruntung mendapatkan Dapil Bengkulu yang berisi masyarakat
majemuk dengan tingkat keramahan tinggi seperti masyarakat di pulau
Bali. Sangat menghargai pendatang dan orang luar yang mau mengabdi untuk
wilayah dan masyarakatnya," imbuh artis 51 tahun tersebut.
Selama di Bengkulu, Icha `bersahabat` dengan dua kijang yang hidup di
lingkungan kantor Balaikota Bengkulu. Dua hewan itu membantu Icha dalam
menghilangkan rasa lelah setelah seharian beraktivitas.
"Setiap pagi dan petang, saya menyapa dua makhluk Allah itu. Ternyata
mujarab untuk terapi kelelahan dan kesedihan saya saat jauh dari suami
dan kedua putri tercinta saya," tutupnya.
(mer)
- See more at:
http://showbiz.liputan6.com/read/2028723/bersuamikan-rocker-marissa-haque-merasa-dunia-makin-indah#sthash.gfsBcrFo.dpuf
Liputan6.com, Jakarta Marissa Haque mengaku makin jatuh cinta dengan sang suami,
Ikang Fawzi. Pasalnya, setiap pergi ke pelosok Indonesia, ia justru dikenal
sebagai istri sang rocker. Maklum, di era 80'an, nama Ikang begitu membahana sebagai
musisi rock papan atas. Apalagi, Ikang juga punya lagu yang melegenda, yakni Preman.
"Alhamdulillah beruntung benar
saya bersuamikan penyanyi rock, dunia jadi semakin indah. Di sana saya lebih
dikenal sebagai istri Ikang Fawzi," ujar Marissa di kawasan Senayan,
Jakarta Selatan, Rabu (26/3/2014).
Icha, begitu Marissa disapa, baru
saja pulang dari Bengkulu dalam rangka mensosialisasikan dirinya sebagai calon
legislatif 2014. Dalam sosialisasinya tersebut, Icha tak lupa membagikan CD
lagu terbaru karya sang suami kepada masyarakat setempat.
"Saya beruntung mendapatkan
Dapil Bengkulu yang berisi masyarakat majemuk dengan tingkat keramahan tinggi
seperti masyarakat di pulau Bali. Sangat menghargai pendatang dan orang luar
yang mau mengabdi untuk wilayah dan masyarakatnya," imbuh artis 51 tahun
tersebut.
Selama di Bengkulu, Icha
`bersahabat` dengan dua kijang yang hidup di lingkungan kantor Balaikota
Bengkulu. Dua hewan itu membantu Icha dalam menghilangkan rasa lelah setelah
seharian beraktivitas.
"Setiap pagi dan petang, saya
menyapa dua makhluk Allah itu. Ternyata mujarab untuk terapi kelelahan dan
kesedihan saya saat jauh dari suami dan kedua putri tercinta saya,"
tutupnya.
(mer)
Liputan6.com, Jakarta
Marissa Haque mengaku makin jatuh cinta dengan sang suami, Ikang Fauzi.
Pasalnya, setiap pergi ke pelosok Indonesia, ia justru dikenal sebagai
istri sang rocker. Maklum, di era 80'an, nama Ikang begitu membahana
sebagai musisi rock papan atas. Apalagi, Ikang juga punya lagu yang
melegenda, yakni Preman.
"Alhamdulillah beruntung benar saya bersuamikan penyanyi rock, dunia
jadi semakin indah. Di sana saya lebih dikenal sebagai istri Ikang
Fawzi," ujar Marissa di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu
(26/3/2014).
Icha, begitu Marissa disapa, baru saja pulang dari Bengkulu dalam
rangka mensosialisasikan dirinya sebagai calon legislatif 2014. Dalam
sosialisasinya tersebut, Icha tak lupa membagikan CD lagu terbaru karya
sang suami kepada masyarakat setempat.
"Saya beruntung mendapatkan Dapil Bengkulu yang berisi masyarakat
majemuk dengan tingkat keramahan tinggi seperti masyarakat di pulau
Bali. Sangat menghargai pendatang dan orang luar yang mau mengabdi untuk
wilayah dan masyarakatnya," imbuh artis 51 tahun tersebut.
Selama di Bengkulu, Icha `bersahabat` dengan dua kijang yang hidup di
lingkungan kantor Balaikota Bengkulu. Dua hewan itu membantu Icha dalam
menghilangkan rasa lelah setelah seharian beraktivitas.
"Setiap pagi dan petang, saya menyapa dua makhluk Allah itu. Ternyata
mujarab untuk terapi kelelahan dan kesedihan saya saat jauh dari suami
dan kedua putri tercinta saya," tutupnya.
(mer)
- See more at:
http://showbiz.liputan6.com/read/2028723/bersuamikan-rocker-marissa-haque-merasa-dunia-makin-indah#sthash.gfsBcrFo.dpuf
Liputan6.com, Jakarta
Marissa Haque mengaku makin jatuh cinta dengan sang suami, Ikang Fauzi.
Pasalnya, setiap pergi ke pelosok Indonesia, ia justru dikenal sebagai
istri sang rocker. Maklum, di era 80'an, nama Ikang begitu membahana
sebagai musisi rock papan atas. Apalagi, Ikang juga punya lagu yang
melegenda, yakni Preman.
"Alhamdulillah beruntung benar saya bersuamikan penyanyi rock, dunia
jadi semakin indah. Di sana saya lebih dikenal sebagai istri Ikang
Fawzi," ujar Marissa di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu
(26/3/2014).
Icha, begitu Marissa disapa, baru saja pulang dari Bengkulu dalam
rangka mensosialisasikan dirinya sebagai calon legislatif 2014. Dalam
sosialisasinya tersebut, Icha tak lupa membagikan CD lagu terbaru karya
sang suami kepada masyarakat setempat.
"Saya beruntung mendapatkan Dapil Bengkulu yang berisi masyarakat
majemuk dengan tingkat keramahan tinggi seperti masyarakat di pulau
Bali. Sangat menghargai pendatang dan orang luar yang mau mengabdi untuk
wilayah dan masyarakatnya," imbuh artis 51 tahun tersebut.
Selama di Bengkulu, Icha `bersahabat` dengan dua kijang yang hidup di
lingkungan kantor Balaikota Bengkulu. Dua hewan itu membantu Icha dalam
menghilangkan rasa lelah setelah seharian beraktivitas.
"Setiap pagi dan petang, saya menyapa dua makhluk Allah itu. Ternyata
mujarab untuk terapi kelelahan dan kesedihan saya saat jauh dari suami
dan kedua putri tercinta saya," tutupnya.
(mer)
- See more at:
http://showbiz.liputan6.com/read/2028723/bersuamikan-rocker-marissa-haque-merasa-dunia-makin-indah#sthash.gfsBcrFo.dpuf
n Edward
7
9
Liputan6.com, Jakarta Marissa Haque mengaku makin jatuh
cinta dengan sang suami, Ikang Fauzi. Pasalnya, setiap pergi ke pelosok
Indonesia, ia justru dikenal sebagai istri sang rocker. Maklum, di era
80'an, nama Ikang begitu membahana sebagai musisi rock papan atas.
Apalagi, Ikang juga punya lagu yang melegenda, yakni Preman.
"Alhamdulillah beruntung benar saya bersuamikan penyanyi rock, dunia
jadi semakin indah. Di sana saya lebih dikenal sebagai istri Ikang
Fawzi," ujar Marissa di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu
(26/3/2014).
Icha, begitu Marissa disapa, baru saja pulang dari Bengkulu dalam
rangka mensosialisasikan dirinya sebagai calon legislatif 2014. Dalam
sosialisasinya tersebut, Icha tak lupa membagikan CD lagu terbaru karya
sang suami kepada masyarakat setempat.
"Saya beruntung mendapatkan Dapil Bengkulu yang berisi masyarakat
majemuk dengan tingkat keramahan tinggi seperti masyarakat di pulau
Bali. Sangat menghargai pendatang dan orang luar yang mau mengabdi untuk
wilayah dan masyarakatnya," imbuh artis 51 tahun tersebut.
Selama di Bengkulu, Icha `bersahabat` dengan dua kijang yang hidup di
lingkungan kantor Balaikota Bengkulu. Dua hewan itu membantu Icha dalam
menghilangkan rasa lelah setelah seharian beraktivitas.
"Setiap pagi dan petang, saya menyapa dua makhluk Allah itu. Ternyata
mujarab untuk terapi kelelahan dan kesedihan saya saat jauh dari suami
dan kedua putri tercinta saya," tutupnya.
(mer)
- See more at:
http://showbiz.liputan6.com/read/2028723/bersuamikan-rocker-marissa-haque-merasa-dunia-makin-indah#sthash.gfsBcrFo.dpuf
Bersuamikan Rocker, Marissa Haque Merasa Dunia Makin Indah
Comments 0
Kamis, 27 Maret 2014 12:10
Julian Edward
7
9
Liputan6.com, Jakarta Marissa Haque mengaku makin jatuh
cinta dengan sang suami, Ikang Fauzi. Pasalnya, setiap pergi ke pelosok
Indonesia, ia justru dikenal sebagai istri sang rocker. Maklum, di era
80'an, nama Ikang begitu membahana sebagai musisi rock papan atas.
Apalagi, Ikang juga punya lagu yang melegenda, yakni Preman.
"Alhamdulillah beruntung benar saya bersuamikan penyanyi rock, dunia
jadi semakin indah. Di sana saya lebih dikenal sebagai istri Ikang
Fawzi," ujar Marissa di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu
(26/3/2014).
Icha, begitu Marissa disapa, baru saja pulang dari Bengkulu dalam
rangka mensosialisasikan dirinya sebagai calon legislatif 2014. Dalam
sosialisasinya tersebut, Icha tak lupa membagikan CD lagu terbaru karya
sang suami kepada masyarakat setempat.
"Saya beruntung mendapatkan Dapil Bengkulu yang berisi masyarakat
majemuk dengan tingkat keramahan tinggi seperti masyarakat di pulau
Bali. Sangat menghargai pendatang dan orang luar yang mau mengabdi untuk
wilayah dan masyarakatnya," imbuh artis 51 tahun tersebut.
Selama di Bengkulu, Icha `bersahabat` dengan dua kijang yang hidup di
lingkungan kantor Balaikota Bengkulu. Dua hewan itu membantu Icha dalam
menghilangkan rasa lelah setelah seharian beraktivitas.
"Setiap pagi dan petang, saya menyapa dua makhluk Allah itu. Ternyata
mujarab untuk terapi kelelahan dan kesedihan saya saat jauh dari suami
dan kedua putri tercinta saya," tutupnya.
(mer)
- See more at:
http://showbiz.liputan6.com/read/2028723/bersuamikan-rocker-marissa-haque-merasa-dunia-makin-indah#sthash.gfsBcrFo.dpuf
Bersuamikan Rocker, Marissa Haque Merasa Dunia Makin Indah
Comments 0
Kamis, 27 Maret 2014 12:10
Julian Edward
7
9
Liputan6.com, Jakarta Marissa Haque mengaku makin jatuh
cinta dengan sang suami, Ikang Fauzi. Pasalnya, setiap pergi ke pelosok
Indonesia, ia justru dikenal sebagai istri sang rocker. Maklum, di era
80'an, nama Ikang begitu membahana sebagai musisi rock papan atas.
Apalagi, Ikang juga punya lagu yang melegenda, yakni Preman.
"Alhamdulillah beruntung benar saya bersuamikan penyanyi rock, dunia
jadi semakin indah. Di sana saya lebih dikenal sebagai istri Ikang
Fawzi," ujar Marissa di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu
(26/3/2014).
Icha, begitu Marissa disapa, baru saja pulang dari Bengkulu dalam
rangka mensosialisasikan dirinya sebagai calon legislatif 2014. Dalam
sosialisasinya tersebut, Icha tak lupa membagikan CD lagu terbaru karya
sang suami kepada masyarakat setempat.
"Saya beruntung mendapatkan Dapil Bengkulu yang berisi masyarakat
majemuk dengan tingkat keramahan tinggi seperti masyarakat di pulau
Bali. Sangat menghargai pendatang dan orang luar yang mau mengabdi untuk
wilayah dan masyarakatnya," imbuh artis 51 tahun tersebut.
Selama di Bengkulu, Icha `bersahabat` dengan dua kijang yang hidup di
lingkungan kantor Balaikota Bengkulu. Dua hewan itu membantu Icha dalam
menghilangkan rasa lelah setelah seharian beraktivitas.
"Setiap pagi dan petang, saya menyapa dua makhluk Allah itu. Ternyata
mujarab untuk terapi kelelahan dan kesedihan saya saat jauh dari suami
dan kedua putri tercinta saya," tutupnya.
(mer)
- See more at:
http://showbiz.liputan6.com/read/2028723/bersuamikan-rocker-marissa-haque-merasa-dunia-makin-indah#sthash.gfsBcrFo.dpuf
JAKARTA - Artis sekaligus politikus Marissa Haque atau
akrab disapa Icha (51) mengunjungi masyarakat yang berada di Kabupaten
Kaur dan Kabupaten Mukomuko yang berada di Provinsi Bengkulu beberapa
hari lalu.
Icha selama 12 hari berkeliling menemui masyarakat sekaligus
konstituennya. Namun, sayangnya istri dari Ikang Fawzi ini tak bisa
mengunjungi titik-titik yang sudah jadi agenda pertemuan dengan
masyarakat. Ia tiba-tiba terserang sakit tipus.
“Kemarin pulang, di sana lagu endemik sakit tifus dan malaria. Aku gak
pernah makan pakai tangan, pasti pakai sinduk dan garpu, tapi karena
tertular dari udara,” cerita Icha yang juga mengungkapkan sedang
berbaring istirahat di tempat tidur, dia dirawat oleh kedua putrinya,
Kiki dan Bella.
“Aku dibuatin bubur sama Kiki dan Bella, juga dibikinin chicken hainan (ayam direbus dengan bawah putih),” Icha menambahkan.
Istri dari Ikang Fawzi ini juga mengenang kembali di saat-saat terkena
tifus dan demam tinggi hingga 39 deracat celcius, namun harus tetap
melayani para penggemarnya di Bengkulu yang ingin foto bareng.
“Untung aku punya hb (hemoglobin) bagus jadi gak pingsan, di sana orang
tak peduli foto aku lagi menggigil, dokternya juga malah ikutan foto.
Ya, resiko artis harus tetap tampil cantik dan tersenyum saat difoto,
hahaha,” ujarnya.
Icha memilih pulang ke Jakarta dibandingkan dirawat di rumah sakit di Bengkulu, karena khawatir tak bisa istirahat.
“Gimana dirawat di Bengkulu, tiba-tiba orang-orang ingin foto bareng, hahaha,” lanjutnya.
Walau begitu, Icha bersyukur masyarakat Bengkulu penuh perhatian kepada
dirinya. Namun, yang disayangkan di daerah yang subur namun masih
memprihatinkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya.
“Di sana tingkat melek aksara rendah, tingkat kematian ibu melahirkan tinggi, gizi buruk tinggi,” sesalnya. (tre)
"Marissa Haque Ikang Fawzi: Terimakasih Banyak untuk Berita Bengkulu Ini okezone.com (Adinda Tomi)"
Duta Madu Marissa Haque (kanan) bersama Ir Zeni Zainal Muis MSi, General Manager Kesatuan Bisnis Mandiri Agroforestry dan Usaha Lain Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten saat soft launching Waroeng Madu - All About Honey, Selasa (25/6//2013) di Jalan Setiabudi no 367 Bandung.
BANDUNG, TRIBUN - Setelah berhasil membuka banyak warung atau outlet madu di berbagai lokasi strategis, Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten, kini membuka warung madu yang berkonsep kafe. Lokasinya pun sangat strategis. Warung madu yang dengan nama Waroeng Madu - All About Honey "Healthy, Yummy, dan Funny" itu hadir di Jalan Setiabudi no 367, depan Eldorado yang bisa menjadi rest area wisatawan yang akan dan pulang dari Lembang.
"Ini memang konsep baru kami, yang ingin mencoba memberikan sesuatu yang sehat, enak, nyaman dan menyenangkan. Jadi selain menjual madu buatan Perhutani juga menyajikan beragam menu makanan serta minuman yang langsung bisa disantap dengan menu semua berbahan madu," kata Ir Zeni Zainal Muis MSi, General Manager Kesatuan Bisnis Mandiri Agroforestry dan Usaha Lain Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten, kepada wartawan, Selasa (25/6).
Ditambahkan Ir Lies Bahunta MSc, Kepala Biro Ejula (Ekowisata dan Jasa Usaha Lingkungan)Center Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten, pihaknya sudah sejak tahun 1986 memproduksi sekaligus memasarkan produk selain kayu. Untuk Waroeng Madu hingga sekarang sudah 12 outlet termasuk yang terbaru ini dengan konsep all in one.
"Kami berharap, konsep baru ini bisa menjadi hal yang positif bagi masyarakat. Khususnya dalam memberikan alternatif sajian menu sehat di tengah perjalanan wisatanya. Juga diharapkan bisa membantu daerah setempat dalam meningkatkan destinasi pariwisata," ujar Lies.
Sementara Marissa Haque, selaku Duta Madu yang turut hadir pada acara soft launching Waroeng Magu - All About Honey tersebut, mengatakan sangat mengapresiasi kehadiran warung madu dengan konsep all in one itu. Bahkan menurutnya, keberadaan warung madu ini bisa menjadi one stop shopping bagi keluarga yang ingin hidup sehat.
"Ini konsep yang benar-benar menarik. Saya juga nanti akan ikut memberikan menu andalan yang menggunakan madu agar bisa disajikan di Waroeng Madu ini. Kalau sekarang yang sudah ada itu antara lain Iga Bakar Madu. Nanti saya akan masukan menu Daging/Ikan Teriaki ala Marissa dengan resep serba 2 sendok termasuk 2 sendok madu," paparnya sambil tertawa lebar penuh kegembiraan. (*)
Belakangan
baru kami sadari sepenuhnya bahwa ♥ the Haque sisters (Marissa Haque,
Soraya Haque, Shahnaz Haque) adalah para aktivis dan pemerhati
lingkungan hidup...hehe...subhanallah... :)
"♥ The Haque Sisters adalah Aktivis & Pemerhati Lingkungan Hidup: Marissa Haque, Soraya Haque, Shahnaz Haque ♥"
Gubernur Riau, Rusli Zainal, menggunakan baju tahanan usai menjalani
pemeriksaan selama tujuh jam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK). Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2013).
KPK resmi menahan Rusli Zainal terkait kasus dugaan suap PON Riau serta
kasus dugaan korupsi pemberian izin pengelolaan Hutan di Pelalawan,
Riau. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Tribunnews.com, Jakarta — Tersangka kasus dugaan korupsi PON Riau, Rusli Zainal, akan segera dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur Riau pekan depan. Pencopotan Rusli saat ini masih menunggu surat registrasi yang mencantumkan status Rusli sudah menjadi terdakwa.
"Kalau sudah berhalangan permanen maka akan kita nonaktifkan.
Mudah-mudahan seminggu lagi sudah keluar nomor registrasinya," ujar
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Kompleks Parlemen, Rabu (19/6/2013).
Saat ini, Rusli masih menjabat sebagai Gubernur Riau. Dia juga adalah
Ketua DPP Partai Golkar Bidang Hubungan Eksekutif dan Yudikatif. Rusli
ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa selama enam
jam lebih pada Jumat (14/6/2013). Selama ditahan oleh KPK, tugas
pemerintahan yang diemban Rusli dilakukan oleh wakilnya.
"Sudah ada aturan kalau gubernur berhalangan, maka wakil melakukan
tugas. Ini kan dianggap halangan sementara, maka dijalankan oleh
wakilnya," kata Gamawan.
Adapun Rusli ditahan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian
izin usaha pemanfaatan hasil hutan dan kayu-hutan tanaman industri
tahun 2001-2006 di Kabupaten Siak dan Pelalawan, Riau. Selain tersangka
dalam kasus izin usaha pemanfaatan hasil hutan dan kayu-hutan tanaman
industri (IUPHHTI) itu, Rusli juga ditetapkan sebagai tersangka penerima
dan pemberi suap terkait pembangunan arena PON Riau.
Dalam kasus dugaan korupsi pemberian IUPHHTI di Siak dan Pelalawan
ini, KPK menyangka Rusli melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 UU
Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001
tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Pasal yang disangkakan ini merupakan pasal penyalahgunaan wewenang selaku penyelenggara negara. Alhamdulillah Terimakasih KPK Tercinta: Ruzli Zainal Pelaku Intelektual Illegal Logging Provinisi Riau
TEMPO.CO, Jakarta -Berbicara tentang hak atas kekayaan intelektual
(HAKI) menjadi perhatian tersendiri bagi Marissa Haque. "Saya beberapa
waktu lalu mendaftarkan beberapa lagu yang diciptakan suami saya, Ikang
Fawzi dan lagu-lagu ciptaan anak saya Bella dan Kiki," kata Icha, sapaan
Marissa, dalam kunjungannya ke kantor Tempo di Kawasan Mayestik,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Mei 2013.
Wanita kelahiran Balikpapan, 15 Oktober 1962 ini mengaku memiliki
keluarga yang dekat dengan bermusik, sehingga urusan menciptakan lagu
merupakan hal biasa dalam kehidupan rumah tangganya. Ikang Fawzi, sang
suami dikenal sebagai penyanyi sekaligus musikus yang berjaya di era 80
dan 90an. Lalu dua buah hatinya Isabella Fawzi yang biasa disapa Bella
dan Marsha Chikita Fawzi yang biasa disapa Kiki memiliki hobi mencipta
lagu.
"Saya yang mengajak mereka jemput bola, sadar dengan hak atas kekayaan
intelektual (HAKI) tentang lagu-lagu ciptaan mereka," ujar penyuka
busana serba simpel ini sambil tersenyum.
Wanita penyandang S2 dari dua kampus yaitu Magister in Business
Administration dari Fakultas Ekonomi Bisnis dengan spesialis Manajemen
Stratejik Pemasaran dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan S2
Magister in Humaniora dari Fakultas Linguistik Psycholinguistic
Universitas Katolik Atmajaya serta S3 Doktoral Pusat Studi Lingkungan
dari Institut Pertanian Bogor ini mengaku prihatin dengan kasus yang
menimpa beberapa penyanyi Indonesia.
"Saya kenceng mengingatkan Ikang, Bella dan Kiki. Total jumlahnya lagu
ciptaan Kiki ada sekitar 8 lagu, Bella sekitar 2 lagu dan Ikang lumayan
lagu-lagunya dia," kata Icha. Kedatangan Icha ke Dirjen HAKI karena
dilandasi ingin melakukan gerakan sadar HAKI, "Ya, harus dimulai dari
diri sendiri, keluarga yang mudah-mudahan hal ini bisa menjadi contoh
untuk banyak orang," kata dia.
TEMPO.CO , Jakarta:
Muhammad Syamsi Ali telah 16 tahun tinggal di New York, Amerika
Serikat. Bukan sekadar warga biasa. Ayah lima anak ini adalah imam dan
Ketua Yayasan Masjid Al-Hikmah, yang didirikan muslim Indonesia di
Astoria. Ia juga Direktur Jamaica Muslim Center di Queens.
»Sebentar, saya ambil kopi dulu.” Muhammad Syamsi Ali menuju meja di
pinggir ruang VIP di Mulia Business Park, Pasar Minggu, Jakarta. Ia
kembali membawa secangkir kopi panas. »Silakan ngopi juga,” ia
menawarkan. »Di New York, saya sering minum kopi di Starbucks, tapi saya
tetap suka kopi Indonesia.”
Sejak serangan 11 September yang merobohkan World Trade Center dan
mengoyak Pentagon, nama Syamsi Ali kian populer karena beragam kegiatan
antar-imannya. Ia rajin mengenalkan Islam ke gereja dan sinagog. Ia juga
bekerja sama dengan kelompok Yahudi dan Kristen.
Dia bisa menjadi imam di New York berkat undangan Duta Besar
Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat itu,
Nugroho Wisnumurti. »Saya bertemu Pak Nugroho di Jeddah, Arab Saudi,”
kata Syamsi Ali kepada Tempo. »Kebetulan waktu itu saya tidak betah
mengajar di Islamic Education Foundation Jeddah (yayasan pendidikan
milik Amir Mamduh, adik Raja Fahd) karena adanya diskriminasi. »
Pada 2006, namanya masuk daftar tujuh pemimpin agama paling
berpengaruh di New York oleh New York Magazine. Ia merupakan satu dari
100 orang penerima 2009 Ellis Island Medal of Honor Award, penghargaan
non-militer tertinggi yang diberikan kepada imigran yang memberikan
kontribusi besar kepada masyarakat Amerika dan dunia oleh Organisasi
Koalisi Etnik Nasional. (Baca wawancara lengkap Tempo dengan Muhammad Syamsi Ali)
Artis yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Marissa Haque, Minggu (14/4/2014), mengunjungi kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PAN Kota Pekanbaru di Jalan Tiung, Pekanbaru, Riau.
Kedatangan Marissa Haque sekaligus untuk berkenalan dengan kader dan fungsionaris PAN Pekanbaru.
"Saya tidak menyangka disambut dengan hangat oleh kader perempuan PAN di sini," kata Marissa Haque di hadapan puluhan kader Rumpun Perempuan Amanat (RPA), Perempuan Amanat (Puan), dan Srikandi PAN.
Marissa Haque kemudian diminta Ketua DPD PAN Pekanbaru, Sondia Warman, untuk memberikan pengarahan bagi kader perempuan.
Marissa Haque pun menjabarkan situasi politik di Indonesia secara umum.
Sondia Warman mengapresiasi kunjungan Marissa ke Pekanbaru.
"Suami beliau, Ikang Fawzi akan maju dari dapil Jabar II, dan Mbak Icha (Marissa) dari dapil Bengkulu. Jadi kita benar-benar bangga dengan beliau," kata Wakil Ketua DPRD Pekanbaru itu. Editor : Siswanto
"Bunda Marissa Haque Ikang Fawzi Tak Sangka Disambut Kader PAN Riau: Tribunnews.com Pekanbaru, Riau"
BENGKULU –
Untuk melahirkan kader-kader pemimpin yang amanah dan berjiwa politik
serta memiliki mental mandiri, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai
Amanat Nasional (PAN) Provinsi Bengkulu menggelar pelatihan kader yang
diikuti bakal calon legislatif (balacelg) PAN se Provinsi Bengkulu.
Latihan Kader Amanat Dasar (LKAD) ini digelar di Resto Kemuning,
kemarin ( 30/3). Pelatihan tersebut juga bertujuan agar bacaleg ikut
membesarkan PAN dan memenangkan Pemilu 2014.
Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu H Helmi Hasan SE menjelaskan PAN akan
menyatukan tekad dan menargetkan kemenangan pada Pemilu 2014, “Rakyat
senang PAN menang.
LKAD diselenggarakan dengan tujuan untuk membesarkan
partai, dimana target kita untuk menyenangkan rakyat. Senangkan dulu
rakyat, baru mereka akan memberikan suaranya,” jelas Helmi Hasan. Acara
dihadiri juga oleh Bacaleg DPR RI Marissa Haque yang sekarang aktif di
PAN.(cw2)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Makin banyak pasangan selebriti memutuskan berpisah setelah sekian lama berumahtangga tanpa gosip aneh-aneh.
Sebut saja contohnya Venna Melinda dan Ivan Fadilla, Wanda Hamidah
dan Cyril Raoul Hakim dan Ira Wibowo dan Katon Bagaskara. Perpisahan
pasangan-pasangan ini mengagetkan publik karena sebelumnya tak pernah
terdengar kabar orang ketiga atau friksi rumah tangga lain.
Bagaimana dengan Marissa Haque dan Ikang Fawzi yang juga selama ini
rumahtangganya juga cenderung steril dari gosip aneh-aneh? Ah, semoga
mereka tetap langgeng dan tak mengikuti jejak mereka yang berpisah,
seperti kekompakan mereka dalam berbagai acara publik.
Ahmad Zulfikar Fawzi populer dengan nama Ikang Fawzi, lahir di
Jakarta, 23 Oktober 1959) menikah dengan Marissa Haque 12 April 1987
silam. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua orang anak yaitu Muliawati Fawzi dan Marsha Chikita Fawzi.
Seperti Tribunnews.com lansir dari Wikipedia, Marissa Grace Haque (lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia, 15 Oktober 1962.
Karirnya lintas bidang, mulai dari model, aktris, sutradara dan
produser film dan televisi, konsultan hukum, dosen tamu di berbagai
universitas negeri dan swasta, dan seorang politikus di Indonesia.
Marissa memulai debutnya di dunia hiburan film lewat Kembang Semusim
(1981), kemudian ia membintangi banyak judul film di era 80-an. Lewat
film Tinggal Landas buat Kekasih, ia meraih penghargaan Pemeran
Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 1985 di Bandung.
Marissa juga mendapatkan Aktris Terbaik atau Best Actress di Festival
Film Asia Pasific ke 62 tahun 1987 di Taipei, Taiwan.
Karier politiknya langsung melesat ketika bergabung dengan Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan dan terpilih sebagai anggota DPR-RI pada
tahun 2004. Sebagai pendatang baru dikancah perpolitikan Indonesia,
Marissa Haque yang saat itu masih bersekolah di Ohio, Amerika Serikat,
Marissa berhasil muncul kepermukaan jagad politik Indonesia.
Keberhasilan mendulang suara Marissa diwilayah Jabar 2 sangat
signifikan. Sebagai kader baru partai banteng bermoncong putih tersebut,
Marissa berhasil mendapatkan suara terbanyak ke 5 di daerah pemilihan
Jabar 2 (Kabupaten Bandung) melebihi jumlah suara yang berhasil
diperoleh Taufik Kiemas suami dari mantan Presiden RI ke 5 Megawati
Soekarnoputri.
Dalam pilkada Banten, 2006, ia menerima tawaran Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI) untuk dicalonkan
sebagai wakil gubernur Provinsi Banten. Marissa mendampingi
Zulkiflimansyah sebagai kandidat wakil gubernur Provinsi Banten.
Duta Badak
Kegiatan lain Marissa adalah menjadi Duta Badak Jawa (Rhinoceros
Sondaicus) yang populasinya tinggal 50-60 ekor diderah Ujung Kulon,
Pandeglang, Provinsi Banten. Ia sangat aktif menyebarluaskan informasi
pelestarian badak cula satu ini bersama lembaga dunia WWF.
Dari kegiatan penyelamatan badak itu, Marissa kemudian serius
mempelajari seluk-beluk Llmu Hukum dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan
Lingkungan Hidup di Program Doktor Pusat Studi Lingkungan atau PSL-IPB,
Bogor.
Doktor Ilmu Sistem Lingkungan ini bersama alumni IPB lainnya dan
beberapa wartawan Lingkungan Hidup Marissa kemudian turut mendirikan
Yayasan Daun yang bergerak di dalam hal menyuarakan pentingnya menjaga
keseimbangan dan kelestarian hidup dalam konsep sustainable development
atau pembangunan berkelanjutan.
Marissa bersama Ikang Fawzi suaminya adalah sama sama alumni dari
Program Magister Bisnis Administrasi ( MBA ) dari Pasca Sarjana FEB (
Fakultas Ekonomi Bisnis ) Universitas Gajah Mada, Yogjakarta pada bidang
yang sama yaitu Strategic Management dengan fokus kepada Strategi
Pemasaran Lembaga Keuangan Syariah Non Bank atau BMT ( Baitut Maal wa
Tamwil). Sementara Ikang Fawzi berfokus kepada Strategi Pemasaran
Properti-tainment.
Marissa telah diwisuda pada bulan October 2011 sebagai Magister
Bisnis Administrasi (MBA) Pasca Sarjana FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis) -
UGM (universitas Gajah Mada), Jakarta-Yogyakarta.[1] Bersama Ikang
Fawzi suaminya yang mengambil bidang berbeda Strategic Management,
Marissa mengambil jurusan Human Resource and Organizations. Lebih jauh,
Marissa adalah alumni Fakultas Linguistik Terapan Bahasa Inggris
Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.
Ia adalah seorang speech therapist (ahli kewicaraan) dengan
kekhususan anak-anak tunarungu. Sebuah universitas di Jakarta
mengajaknya membimbing para tunarungu dengan metode the American Sign
Language. Dan lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta
dengan jurusan Perdata.
Sangat Serius Bidang Akademik
Serius dalam bidang akademik membuat Marissa kini tertarik menjadi
seorang dosen. Beberapa universitas swasta yang menawarkan untuk menjadi
home base tempatnya membagi ilmu baik bidang Ekonomi Islam maupun
Hukum Bisnis. Diantaranya (1). Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk
Ilmu Ekonomi Islam maupun Hukum Bisnis dan Ilmu Ekonomi Islam (2)
Universitas Sahid Jakarta untuk Ilmu Hukum Bisnis; (3) STAIT ( Sekolah
Tinggi Ilmu Agama Islam Terpadu ) Modern Sahid di Bogor untuk Ilmu
Ekonomi Islam. Dan sekarang Marissa menjalani profesi baru sebagai
dosen di IEF Usakti ( Islamic Economic and Finance Universitas Trisakti
) di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Beberapa jaringan radio di Jakarta dan Kota bandung juga telah
meminta Marissa untuk memiliki program siaran. Bila benar terjadi, maka
Marissa akan menjadi orang kedua yang bergerak di ruang siaran radio
setelah adik bungsunya Shahnaz Haque yang alumni Fakultas Teknik Sipil
dan Lingkungan, UI (Universitas Indonesia) berhasil terlebih dahulu
terkenal di Radio Delta dalam program Indonesia Siesta berpusat di
Jakarta dengan luas jaringan seluruh Indonesia.
Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Rabu, 20 Februari 2013 | 10:37 WIB
VITALIS YOGI TRISNA
Chikita Fawzi, animator dari serial Upin Ipin memberikan kelas
inspirasi kepada siswa kelas lima dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanah
Sereal 03 Pagi, Jakarta Barat, Rabu (20/2/2013). Kelas inspirasi
merupakan inisiatif dari gerakan Indonesia Mengajar, sebanyak 596
pengajar yang terdiri dari pekerja profesional diterjunkan ke 58 SD
negeri di Jakarta. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
JAKARTA, KOMPAS.com - Dela
Ananda Putri (11) siswi kelas 5 SDN 03 Tanah Sereal, Tambora terlihat
asik menggambar di meja kelasnya. Dirinya terinspirasi menjadi seorang
animator setelah kedatangan relawan pengajar dari Kelas Inspirasi, Rabu
(20/2/2013).
"Aku emang suka menggambar dari dulu. Biasanya
gambar orang, gunung, atau bunga," kata Dela sambil menggoreskan
pensilnya di atas kertas.
Berbekal pensil dan kertas berwarna
hijau, Dela menggambar seorang anak perempuan dengan menggunakan
bandana. Saat ditanya apa cita-citanya ketika sudah dewasa, Dela ingin
menjadi animator yang pintar menggambar.
Dela ingin tekun
belajar menggambar meski di luar jam sekolah, Dela lebih banyak
menghabiskan waktu dengan membantu berjualan ayahnya di pasar. Biasanya
barang yang dijual berupa pakaian yang bisa digunakan dalam kegiatan
sehari-hari seperti baju berbahan kaos.
Nama animator
diketahuinya dari Kelas Inspirasi yang digelar oleh Indonesia Mengajar,
hari ini. Dela diajarkan menggambar oleh salah satu animator film anak
"Ipin Upin", Chikita Fawzi.
Di depan anak-anak SD itu pula, Chiki juga memperlihatkan berbagai macam hasil karyanya yang sudah berbentuk animasi.
"Menurutku
siapapun orang bisa menjadi animator, asal mereka punya kemauan, mereka
pasti bisa," kata putri dari artis Ikang Fawzi dan Marissa Haque itu.
Saat
mengajar, Chiki juga memberikan motivasi kepada siswa kelas 5 yang
menjadi anak didiknya. Dengan menggunakan sebuah gitar kecil, Chiki
bernyanyi sambil bertanya mengenai cita-cita siswa jika sudah besar
nanti.
Menanggapi nyanyian dan pertanyaan Chiki, banyak siswa
yang menyebutkan berbagai macam cita-citanya jika sudah dewasa. Ada yang
ingin menjadi guru, dokter, wartawan, insinyur mesin, dan lain-lain.
Dalam kelas tersebut terlihat suasana keakraban dan semangat yang
terpancar antara murid dan guru yang membagikan inspirasi kepada siswa.
Tertolong
Yuniarti, Kepala Sekolah SDN 03 Tanah Sereal juga menyambut baik
program Kelas Inspirasi ini. Menurutnya, dengan adanya kegiatan seperti
ini, anak-anak lebih tertolong untuk lebih mengetahui berbagai macam
profesi yang bisa digeluti.
"Sebelumnya kan mereka tahu profesi
atau cita-cita hanya dari buku. Dengan kegiatan ini anak-anak bisa
lebih mengenal berprofesi yang mereka inginkan," kata Yuniarti.
Ia
melanjutkan, anak juga mendapatkan informasi untuk mengetahui
langkah-langkah yang harus dipersiapkan jika ingin menekuni suatu
profesi. Dengan menghadirkan inspirator yang terjun langsung dengan
profesinya, hal tersebut bisa memacu keinginan anak menjadi
profesi-profesi tertentu yang sesuai minat dan bakatnya.
Jakarta - PAN selama ini dikenal sebagai partai gudangnya artis. Untuk pemilu 2014, sudah ada tiga artis yang siap maju dari PAN.
"Ada
Ikang Fawzi, Doktor Marissa Haque dan Mbak Desy Ratnasari, dia hampir
doktor juga lho," kata Ketua DPP PAN, Tjatur Sapto Edy, di Gedung DPR,
Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/2013).
Tjatur mengatakan
pertimbangan utama memilih para artis tidak hanya dari sisi popularitas,
tapi juga dari kapabilitas mereka sebagai anggota DPR nantinya. PAN
sangat selektif dengan pemilihan calegnya.
"Caleg PAN harus
mempunyai kapasitas, kredibilitas dan harus punya track record yang
baik. Dia juga harus bisa menggaet massa," ujar Tjatur.
Ketua
Fraksi PAN itu mengatakan persiapan pencalegan akan selesai April 2013
mendatang. Dia menjamin kualitas caleg PAN tahun ini akan lebih baik
dari tahun sebelumnya.
"Caleg PAN tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," pungkasnya.
(trq/van)
Ikang Fawzi, Marissa Haque dan Desy Ratnasari Sekarang Bersama PAN
Ada salah seorang calon anak mantu (yang belum tentu... hehehe) mengirim sms ke saya kemarin. Isi dari sms nya kurang lebih adalah mengingatkan betapa sejak saya di-bully per Januari 2012 lalu, mereka yang melakukannya seakan ingin membuat kejadian tersebut jadi monumen (prestasi) kejahatan cyber mereka. Saya menduga mereka masih secara berkelanjutan melakukannya, dan berharap dapat kembali 'sukses' seperti Januari tahun lalu. Nah, selain webs dan blogs yang
abal-abal serta tayangan beberapa foto yang sangat tidak berbudaya,
diduga yang paling parah mereka lakukan adalah mengedit informasi pada alamat situs http://id.wikipedia.org/wiki/Marissa_Haque. Saya serius menduga para adminnya (oknum) masih terkait kelompok pem-bully tim Dee Kartika Djoemadi (Dee Dee Kartika atau Diah Kartika Rini Djoemadi) dengan mengatas-namakan PT. Spindoctors-Indonesia.
Tulisan di bawah adalah yang sedang saya mintakan pertolongan seorang teman aktivis PKS Tangerang Selatan untuk bantu mengeditnya. Mas Holiq adalah malaikat cyber-ku
terkait dengan menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan
hukum. Membuat keseimbangan atas informasi yang sesungguhnya. Demikian
adanya, semoga melalui blogdetik ini informasi awal atas kebenaran yang
sesungguhnya dapat didiseminasikan adanya.
Salam kasih, Marissa
"Marissa Haque Ikang Fawzi: Wikipedia.com yang Ngawur & Seenaknya, Adakah Teman Dapat Membantu?"
Marissa Grace Haque (lahir di Balikpapan,
Kalimantan
Timur, Indonesia,
15 Oktober1962; umur 50 tahun)
adalah seorang photo model aktris,, sutradara,
penulis, dan produserfilm dan televisi,
konsultan hukum, dosen tamu di berbagai universitas
negeri dan swasta, dan seorang politisi Indonesia. Ia menikah dengan penyanyi
rock Indonesia, pencipta lagu, pengembang perumahan, dan politikus dari PAN
(Partai Amanat Nasional) Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi), dan dikaruniai dua
orang anak perempuan. Ia adalah kakak kandung dari Soraya
Haque dan Shahnaz Haque. Bersama dengan suaminya sekarang Marissa
aktif di PAN (Partai Amanat Nasional).
Karier politiknya langsung melesat ketika
bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan dan terpilih sebagai anggota DPR-RI pada tahun 2004. Sebagai pendatang
baru dikancah perpolitikan Indonesia, Marissa Haque yang saat itu masih
bersekolah di Ohio University, Athens, Amerika Serikat. Marissa berhasil muncul
kepermukaan jagad politik Indonesia. Keberhasilan mendulang suara Marissa
diwilayah Jabar 2 sangat signifikan. Sebagai kader baru di PDIP Marissa
berhasil mendapatkan suara terbanyak ke 5 di daerah pemilihan Jabar 2
(Kabupaten Bandung) melebihi jumlah suara yang berhasil diperoleh Taufik Kiemas
suami dari mantan Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri. Dalam pilkada
Banten, 2006, ia menerima tawaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI) untuk
dicalonkan sebagai wakil gubernur Provinsi Banten. Marissa mendampingi Zulkiflimansyah sebagai
kandidat wakil gubernur.
Kegiatan lain Marissa adalah menjadi Duta Badak
Jawa (Rhinoceros Sondaicus) yang
populasinya tinggal 50-60 ekor diderah Ujung Kulon, Pandeglang, Provinsi
Banten. Ia sangat aktif menyebarluaskan informasi pelestarian badak cula satu
ini bersama lembaga dunia WWF. Dari kegiatan penyelamatan badak itu, Marissa
kemudian serius mempelajari seluk-beluk ilmu hukum dan pengelolaan sumberdaya
alam dan lingkungan hidup di Program Doktor Pusat Studi Lingkungan atau
PSL-IPB, Bogor. Doktor Ilmu Sitem Lingkungan ini bersama alumni IPB lainnya dan
beberapa wartawan Lingkungan Hidup Marissa kemudian turut mendirikan Yayasan
Daun yang bergerak di dalam hal menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan dan
kelestarian hidup dalam konsep sustainable
developmentatau pembangunan
berkelanjutan.
Marissa bersama Ikang Fawzi
suaminya adalah sama-sama alumni dari Program Magister Bisnis Administrasi
(MBA) dari Pasca Sarjana FEB (Fakultas Ekonomi-Bisnis) – UGM (universitas Gajah Mada), Jakarta-Yogyakarta
pada bidang yang sama yaitu Strategic
Management. dengan fokus kepada Straetgi Pemasaran Lembaga Keuangan Syariah
Non-bank atau BMT (Baitul Maal wa Tamwil).
Sementara Ikang berfokus kepada Strategi Pemasaran Properti-tainment. Marissa juga adalah alumni Pasca Sarjana Fakultas
Linguistik Terapan Bahasa Inggris Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta. Ia
adalah seorang speech therapist (ahli
kewicaraan) dengan kekhususan pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak
tunarungu. Sebuah universitas di Jakarta sempat mengajaknya membimbing para
tunarungu dengan metode the American Sign
Language. Lebih jauh, Marissa juga menjelang alumni dari Program Magister
Hukum Bisnis dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) dengan
spesialisasi Hak Cipta atas HKI di Bidang Musik dan Lagu. Termasuk juga
menjelang alumni dari Pasca Sarjana kajian Timur Tengah dan Islam dengan
spesialisasi Keuangan Islam (PS KTTI) UI (Universitas Indonesia). Sebelumnya
Marissa adalah alumni dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta dengan
jurusan Perdata.
Serius dalam bidang akademik membuat Marissa kini
tertarik menjadi seorang dosen. Beberapa universitas swasta menawarkan untuk
menjadi home-base tempatnya membagi ilmu baik di bidang Ekonomi Islam maupun
Hukum Bisnis. Diantaranya adalah: (1) Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk
Ilmu Ekonomi Islam; (2) Universitas Muhammadiyah Bengkulu untuk Ilmu Hukum
Bisnis; (3) Universitas Sahid Jakarta untuk Ilmu Hukum Bisnis; (4) STAIT
(Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Terpadu) Modern Sahid, Bogor untuk Ilmu
Ekonomi Islam. Dan sekarang Marissa telah mulai menjalani profesi baru sebagai
dosen di IEF Usakti (Islamic Economy and
Finance Universitas Trisakti) Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Dan berharap
pada suatu saat kelak menjadi seorang Profesor dalam bidang yang menjadi
kompetensinya.
Sekilas tentang Raidy Noor
-
*SIAPA* yang tidak kenal Raidy Noor? Musisi yang jadi pentolan dan andalan *The
Cockpit Band*, ’Genesis’-nya Indonesia ini, namanya pernah melambung
sebari...
Marissa Haque Ikang Fawzi: Kematian Itu Sangat Dekat Dear Tweeps
-
Kematian itu sangat dekat dear Tweeps, jgn pernah bosan berbuat baik.
Allahu Akbar!
pic.twitter.com/TJMv5bPhCW
[image:
f5e70122f5a7e34a56114ee0d0e43f8c...
Ikang Fawzi (Karya Lirik Lagu): "Salam Terakhir"
-
Di malam ini kuberanikan diri menemuimu 'tuk kesekian kalinya Janganlah
kau takut tiada guna pula kau bicara Kuingin menatapmu, dewiku Dan kini
kusadari b...
-
*Belajar Bahasa Perancis, Segera Marissa!*
*Clip de Carla Bruni "Quelqu'un m'a dit" extrait de l'album du même nom*
*http://youtu.be/XvyMG0z0FZY *
*Dom...
Sosialisasi Tim Pemenangan Pasangan Nomor 4
-
*Pilih Nomor 4, Zainudin & Ikang: Rony Desa (Bengkulu)*
Tim pemenangan pasangan nomor 4 Zainudin HAsan dan Ikang Fawzi terdiri dari
para sukarelawan yang t...
The Story of Miss Bella Fawzi
-
*Berawal dari Buku Cergam Bilingual*
Sejak kecil ibuku Marissa Haque rajin menjejali aku dan adikku – kami hanya
berdua perempuan semua (Chikita Fawzi nam...
Lanjutkan.....
-
Walaupun belum ada hasil resmi dari KPU mengenai kemenangan SBY-Boediono,
namun saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat terhadap
SBY-B...
Catatan: Gaya Saat Mengajar
-
Berbagi Ilmu
Inilah gaya saya kalau sedang berbagi ilmu, ilmu menulis dan meliput berita
tentunya. Pada foto hasil jepretan rekan Kompasianers Novrita itu,...
Prestasi-prestasi Marissa Haque Fawzi
-
Kumpulan Prestasi Marissa Haque Fawzi, SH, MHum.
Grant:
1. Yayasan Kawula Alit Nusantara, 2004Untuk mendapatkan MA pada School of
Telecommunication di Ohio...
Sekilas tentang Raidy Noor
-
*SIAPA* yang tidak kenal Raidy Noor? Musisi yang jadi pentolan dan andalan *The
Cockpit Band*, ’Genesis’-nya Indonesia ini, namanya pernah melambung
sebari...
Marissa Haque Ikang Fawzi: Kematian Itu Sangat Dekat Dear Tweeps
-
Kematian itu sangat dekat dear Tweeps, jgn pernah bosan berbuat baik.
Allahu Akbar!
pic.twitter.com/TJMv5bPhCW
[image:
f5e70122f5a7e34a56114ee0d0e43f8c...
Nokia `Lumia Android`Siap Meluncur di Indonesia
-
Nokia `Lumia Android`Siap Meluncur di Indonesia - Nokia sejak lama
dikabarkan sedang membangun sebuah ponsel pintar yang ditenagai sistem
operasi Android. ...
Ikang Fawzi (Karya Lirik Lagu): "Salam Terakhir"
-
Di malam ini kuberanikan diri menemuimu 'tuk kesekian kalinya Janganlah
kau takut tiada guna pula kau bicara Kuingin menatapmu, dewiku Dan kini
kusadari b...
The Story of Miss Bella Fawzi
-
*Berawal dari Buku Cergam Bilingual*
Sejak kecil ibuku Marissa Haque rajin menjejali aku dan adikku – kami hanya
berdua perempuan semua (Chikita Fawzi nam...
Lanjutkan.....
-
Walaupun belum ada hasil resmi dari KPU mengenai kemenangan SBY-Boediono,
namun saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat terhadap
SBY-B...
Catatan: Gaya Saat Mengajar
-
Berbagi Ilmu
Inilah gaya saya kalau sedang berbagi ilmu, ilmu menulis dan meliput berita
tentunya. Pada foto hasil jepretan rekan Kompasianers Novrita itu,...
MERENDA ASA YANG TERSISA
-
Samudera kehidupan dirasakan sungguh berat utk sebagian umat manusia di
negeriku, karena banyak peristiwa-peristiwa kelam yang terjadi seolah tanpa
henti,...
Prestasi-prestasi Marissa Haque Fawzi
-
Kumpulan Prestasi Marissa Haque Fawzi, SH, MHum.
Grant:
1. Yayasan Kawula Alit Nusantara, 2004Untuk mendapatkan MA pada School of
Telecommunication di Ohio...
DUTA BESAR ORANGUTAN
-
Sebuah kehormatan ketika saya dipercaya menjadi Ambassador Orangutan oleh
organisasi internasional yang peduli pada salah satu satwa langka di
Indonesia.
B...