Bunda Marissa Haque & Ayah Ikang Fawzi

Bunda Marissa Haque & Ayah Ikang Fawzi
Mendoakan Pernikahan Langgeng, selamat HUT ke 24 & ke 25 tahun Pernikahan Bunda Icha & ayah Ikang

Bunda Marissa Haque sedang Fathu Makkah, Namun Masih Diperhitungkan

Bunda Marissa Haque sedang Fathu Makkah, Namun Masih Diperhitungkan
Padahal Sedang Cuti Berpolitik, Alhamdulillah Bunda Marissa Haque Masih Diperhitungkan

Marissa Haque & Ikang Fawzi Hasil dari Ranah Berpolitik (2010)

Marissa Haque & Ikang Fawzi Hasil dari Ranah Berpolitik (2010)
Metro TV 2010, Ikang Fawzi & Marissa Haque, Hasil Polling

Ayah Ikang Fawzi & Oom Chandra Darusman: Karya Dua Anak Deplu Alumni UI, 1982

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: Kompaknya Dua Anak Deplu Alumni UI (Universitas Indonesia/ILUNI), 1982
Tampilkan postingan dengan label ipb. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ipb. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2013

Komitmen Maju bersama the Islamic Moral Value: Bunda Marissa Haque Ikang Fawzi

EKONOMI
Oleh: Astri Agustina
Ekonomi - Minggu, 9 Desember 2012 | 13:40 WIB



Marissa Haque - inilah.com
INILAH, Bandung - Ketua Departemen Sosialisasi dan Komunikasi PP Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Marisa Haque mengatakan perbankan syariah telah mengalami perkembangan yang cukup baik.

Hal tersebut dilihat dari beberapa faktor yakni keberadaan perbankan syariah di Indonesia benar-benar merupakan aspirasi rakyat dan
mendapat dukungan ulama yang menghendaki adanya sistem perbankan yang sesuai dengan syariah dan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

“Perbankan syariah ini baik untuk masyarakat karena sesuai dengan syariat yang diajarkan oleh agama. Maka dari itu para ulama menghendaki sistem perbankan sesuai syariah,” ujar Marisa saat ditemui di Bank Indonesia, Jalan Braga, Kota Bandung, Minggu (9/12/2012).

Selain itu desain Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang telah dirumuskan oleh Bank Indonesia, kata Marisa, telah pula memasukkan
perbankan syariah sebagai bagian integral dari sistem perbankan nasional.

Upaya sinkronisasi kebijakan pengembangan perbankan syariah dengan kebijakan perbankan nasional sangat penting dilakukan tidak hanya untuk kepentingan sistem perbankan namun lebih luas menjangkau sistem keuangan. “Selain itu, cetak biru pengembangan perbankan syariah 2005 hingga 2015, yang sedang dirumuskan oleh Bank Indonesia sebagai acuan bagi Bank Indonesia khususnya stakeholder perbankan syariah pada umumnya dalam mengembangkan industri syariah nasional,” jelasnya.

Marisa juga menjelaskan mengenai perspektif ekonomi Islam dalam level makro. Kerangka umum syariah dalam kegiatan ekonomi yang ditopang oleh tiga pilar utama memberikan implikasi yakni harta dalam ekonomi syariah memiliki peran yang efektif dalam memfasilitasi kegiatan investasi, perdagangan, dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

Ekonomi syariah, sambung Marisa, menekankan kebersamaan dalam memperoleh manfaat (economics
sharing). Dan esensi pembatasan bentuk ransaksi yang mengandung maysir melarang lembaga untuk terlibat dalam transaksi keuangan yang tidak memiliki kaitan yang jelas dengan sektor riil.

“Orientasi kegiatan perdagangan dan investasi dalam perbankan syariah ini ditujukan pada hal-hal yang halal dan thayyib. Juga produk-produk keuangan atau perbankan yang disusun mencitrakan tujuan ekonomi syariah yang telah ditetepkan,” tandasnya.[jul]


Sumber: http://www.inilahkoran.com/read/detail/1935744/marissa-haque-perbankan-syariah-telah-berkembang


"Marissa Haque Fawzi (MES Pusat): Perbankan Syariah Telah Berkembang"

Jumat, 25 Mei 2012

Salah Satu Resolusi Marissa Haque Tahun 2012 adalah: "Turut Membereskan Mafia SP3 Pidana Illegal Logging di Provinsi Riau"



Beberapa Resolusi Marissa Haque Tahun 2012 antara lain adalah:  (1) buat kartu nama baru; dan (2) turut membereskan mafia SP3 pidana illegal logging di Provinsi Riau"

Kamis, 23 Desember 2010

Stand Point Bunda Marissa Haque atas Pidana Illegal Logging

Dari Blog Ayah Ikang Fawzi di: http://ikangfawzi.blogdetik.com/

Tribunnews.com - Minggu, 17 Oktober 2010, 20:10 WIB, Kompas

Marissa Haque, Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fakhrurrodzi

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Artis yang juga pegiat lingkungan hidup, Marissa Haque, menjadi pembicara dalam acara Dialog Publik Pulihkan Riau Pulihkan Indonesia Tiga Dekade Walhi, 1980-2010, Minggu (17/10/2010) di Taman Kota Pekanbaru.

jpeg-marissa-haque-manis-sekaliMarissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan a very strong leadership (kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi) untuk menghentikan penebangan liar, melalui asas FORUM PREVILEGIATUM bilamana seluruh perangkat hukum yang tersedia dinegeri ini tidak lagi dapat menyelesaikan masalah pencurian kayu sistemik serta berkelanjutan tersebut.

"Dulu di Riau ada Kapolda yang memiliki komitmen untuk mengatasi pembalakan liar. Namun, akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan," kata istri rocker terkenal Ikang Fawzi ini.

Marissa Haque selama tahun 2008 pernah beberapa kali datang ke Riau untuk meneliti kehancuran hutan Riau guna menyelesaikan Disertasi S3-nya di IPB Bogor. Saat itu, artis ini banyak dibantu oleh para aktivis lingkungan di Riau dan mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Sutjiptadi.

"Gak lihat baju saya pakai sekarang ini, cokelat? Karena hutan Riau tidak lagi hijau lagi," kata Icha, panggilan akrabnya.

Hadir dalam Diskusi Publik tersebut Prof Jonotoro dan Direktur Ekeskutif Walhi, Hariansyah. "Mari kita mulai dari diri sendiri dan hari ini untuk selamatkan hutan Riau," ajak Icha.(*)

Editor : Juang_Naibaho
Source : Tribun Pekanbaru

Sumber:
http://www.tribunnews.com/2010/10/17/marissa-haque-kritisi-hutan-riau

Kamis, 18 November 2010

Bunda Kami Marissa Haque Fawzi Cinta Lingkungan Hidup: Kisah dari IPB & Jambi

Massmedia Visit to Bukit Duabelas National Park

o broaden news reporters’ perspective about the issue of illegal logging, EC FLEGT Support Project coordinated a massmedia visit to Bukit Duabelas National Park (TNBK) in Jambi for three days from 3-6 July, 2007. In that visit the group of news reporters succeeded in directly discovering illegal logging within the area of Bukit Duabelas National Park.

In this massmedia visit participated 30 persons, i.e. news reporters from printed and electronic media, officers from related government agencies, Non Governmental Organizations (NGOs), and staff from EC FLEGT Support Project. The following news media was participating: Trans-7, SCTV, Trans TV, TVRI, RCTI, Metro TV, and Jambi Express.

This massmedia visit was coordinated by the Media and Communication Specialist from EC FLEGT Support Project, Purnomo Nurwihadi Wiwoho, assisted by Imam Suyudi and Eddy Harfia Surma from the Jambi office of EC FLEGT Support Project.

Besides the news reporters’, the group from Jakarta also included an artist being also an environmental activist, Marissa Haque Fauzi. Marisa Haque’s participation made a particular appeal of this visit. In this visit she presented various press statements to the news reporters, and engaged in a direct dialog with the community. Marissa Haque at this time is conducting an in-depth study into the issue of illegal logging in Indonesia as material for her thesis to earn a PhD degree.

Besides the news reporters and the artist, some NGOs also took part in the visit including PINSE and Warsi NGOs. Government agencies were also represented including those from the Forestry Service of Jambi Province, the staff of Bukit Duabelas National Park, the Bureau of Natural Resource Conservation and the Local Police of Jambi Province.

In this visit, the group of news reporters succeeded in meeting the illegal loggers and engaged in a dialogue with them in Bukit Duabelas National Park in Batanghari district. Also they have directly witnessed the abandoned logging trucks by the drivers probably in fear of watching the coming of the group.

During the visit they also came across a sawmill within the forest, which probably had just been abandoned by its owner. Some heaps of wood ready for transport were also discovered in the same forest area. The massmedia visit has received a wide coverage by both the electronic and printed media.

Kamis, 28 Oktober 2010

Kisah Marissa Haque Bunda Kami Tercinta Mempertahankan Rumah Tangganya

Marissa Haque Selalu Sajikan Menu Lebaran Khas Eropa
Minggu, 12 September 2010 - 19:43 wib

Johan Sompotan - Okezone
Ikang Fawzi-Marissa Haque (ist) TANGERANG - Artis cantik Marissa Haque selalu menyajikan makanan khas eropa setiap Lebaran. Icha--sapaan akrab Marissa-- melakukan hal itu untuk mengenang memori masa lalu keluarga ketika berada di luar negeri.

"Kita sekeluarga selalu menyajikan makanan khas eropa, seperti steak lidah, makaroni, tempura, rollade, dan pasta kalau Lebaran itu pasti ada," ujar Marissa saat ditemui di kediamannya di Perumahan Pelangi, Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (12/9/2010).
Istri Ikang Fawzi ini menyajikan makanan eropa karena keluarganya selalu meminta untuk disajikan setiap Lebaran tiba.

"Suami dan anak-anak aku yang minta, kata mereka tidak afdhol kalau tidak ada makanan eropa," pungkasnya.

Bagi Marissa dengan menyiapkan makanan eropa, keluarga menjadi ingat tempat dimana pernah disinggahinya bersama suami dan anak-anak tercinta. "Aku itu kalau mempersiapkan makanan eropa jadi ingat kenangan bersama keluarga," papar wanita Libra kelahiran 15 Oktober 1962 tersebut.(ahm)

Sumber: http://celebrity.okezone.com/read/2010/09/12/33/371822/m.okezone.com

Sabtu, 12 September 2009

Mantan Purek 4 IPB, Dr. Asep Saefuddin Pasca Penyuluhan Anti Flu Burung H5N1, adalah Malaikat Bunda Marissa

Mantan Purek 4 IPB, Dr. Asep Saefuddin Pasca Penyuluhan Anti Flu Burung H5N1, adalah Malaikat Bunda Marissa

Dulu saya sering diajak Bunda Marissa menemaninya ke Bogor kerumah Dr. Asep Sefuddin Purek 4 di IPB Bogor. Pak Dr. Asep sering memasak sendiri makanan Jepang untuk kami para tamunya dari Banten, Bintaro.
Rasanya sudah sangat lama saya tidak menemani Bunda MArissa kerumah Pak Dr. Asep di Bogor. Sejauh yang saya tahu, beliau adalah dosen yang sangat ingin agar Bunda Marissa  mengambil S3 di IPB, saat itu Bunda masih menjadi anggota DPR RI.

Keluarga Pak Dr. Asep sangat ramah dan baik hati, bahkan saya mencuri dengar ingin menjodohkan anak tunggalnya dengan Bella anak sulung Bunda Marissa. Namun entahlah bagaimana selanjutnya... sepertinya nggak terjadi apapun kok.

Lalu bersama Pak Dr. Asep saya ingat ada nama Prof Dr Rokhmin Dahuri mantan Menteri DKP saat era Bu Megawati lalu. Namun sayang Pak Rokhmin terseret kasus Tipikor dan sekarang sedang off mengajarnya di IPB.

Semoga maju selalu kampus Bunda Marissa tercinta IPB di Bogor ini. Bunda kami ini didalam doa panjangnya sering mendoakan Pak Dr. Asep sekeluarga agar  agar panjang umur, murah rezeki serta sehat wal afiat selalu.

Selamat berpuasa ya Pak Asep yang disayang Allah... Salam dari kami sekeluarga di Pesantren Bintaro, Banten.

Followers

Interesting Blogs